Perkedel

Sumber: BLW Indonesia

Ini sih sepertinya resep paling gampang yang sebenernya saya malu untuk posting di sini karena mungkin semua ibu juga udah tau. Tapi saya dulu sebelum Almira lahir, bahkan masak perkedel aja ngga ngerti caranya. Siapa tau ada ibu2 lainnya yang ngga ada ide “gimana caranya mengolah sumber protein seperti daging sapi yang katanya kaya zat besi untuk bisa jadi finger food? Nah.. perkedel lah salah satu jawabannya. Gampang banget!

Ini perkedel ala saya:

Bahan: 
•Kentang 1 butir (kukus tapi jangan sampai terlalu empuk)
•Parutan keju

Isian
bisa pake daging sapi giling, daging ayam giling, ikan tawar, ikan laut, teri, dan sumber protein hewani lainnya. 

•1 butir telur (kocok kuningnya saja)

Bumbu
•butter tanpa garam (misal merk Orchid) atau minyak zaitun extra light (misal merk Bertolli)
•lada bubuk secukupnya
•pala sedikit saja
•bawang putih 1 siung/secukupnya dicincang

Cara:

    Tumis bawang putih cincang dengan minyak zaitun/butter, setelah tercium wangi harum,
    masukkan isian (protein hewani yang Anda pilih) dan matikan kompor setelah si protein hewani berubah warna (dan matang, red ;p)
    kentang diparut, dicampur dengan bumbu lada & pala, dibikin bulet2, tekan bagian tengahnya,
    Isi dengan isian (misal daging sapi).
    Tutup cekungan yang udah diisi tadi, trus bulet2in lagi. Atau dibikin lonjong juga bisa
    gulung2 di kuning telur. Goreng deh.
    (bisa dengan sedikit minyak, bisa pake teflon atau double pan. menggoreng bisa pake minyak zaitun ya, asal yang extra light.)
    pastikan telur bagian luar sudah menguning matang. angkat. sajikan.

menurut saya sih bisa dikukus. ditaruh di pinggan tahan panas dulu. jadi nanti bakalan mirip schotel tapi udah bentuk lonjong2 😀 CMIIW

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tips Membuat Kaldu

KOMPAS.com – Membuat kaldu rasanya mudah saja. Tinggal rebus tulang atau daging ke dalam air, lalu selesai. Ternyata, tidak sesederhana itu! Banyak orang yang menggunakan cara yang salah saat merebus tulang atau daging tersebut, kaldu menjadi tidak berkualitas. Karena itu, coba ikuti cara memasak kaldu berikut ini.

1. Waktu yang dipergunakan untuk memasak kaldu antara 1-2 jam.
2. Jika kaldu tampak kotor (ada sisa darah, lemak, dan lainnya), buang kaldunya, cuci bersih daging/ tulang pembuat kaldu tadi. Lalu rebus kembali daging/ tulang dalam air dingin dengan api sedang. Setelah mendidih, segera matikan api, buang airnya. Siapkan lagi air panas, masukkan daging/ tulang tadi dan masak dengan api kecil untuk membuat kaldu yang baik.
3. Jangan sesekali menggunakan api besar untuk membuat kaldu, karena sumsum dan sisa darah akan terlepas dari tulang (jika kaldu dibuat dari tulang sapi/ ayam). Akibatnya, kuah jadi keruh dan amis, bagian-bagian tulang akan matang sehingga sarinya terperangkap dan tak bisa keluar. Gunakan teknik slow cooking atau dengan api kecil.
4. Bila muncul busa pada rebusan kaldu, angkat busanya, lalu buang.
5. Jangan masukkan tulang mentah ke dalam air kaldu yang sudah panas/ mendidih.
6. Jangan mencampur kaldu yang sudah jadi dengan air yang tidak mendidih. Risikonya, kaldu akan mudah basi dan rasanya akan berubah.

Tips:
1. Kaldu seharusnya tidak berbau amis. Untuk menghilangkan bau amis, bisa ditambahkan bahan-bahan lain seperti daun bawang, daun seledri, atau kulit wortel (memanfaatkan produk samping) saat membuat kaldu.
2. Air kaldunya tidak berlemak.
3. Warna kaldu bening atau tidak butek (kotor).

Posted from WordPress for BlackBerry.

Biskuit Bayi, Hindari Meskipun HomeMade

Sumber: Bunda Ideal

Seringkali sebagai finger food bunda memberikan biskuit aneka rasa, entah yang dibuat oleh pabrikan atau pun homemade.
Temuan terbaru, salah satunya gencar diinformasikan oleh seorang ahli gizi bapak Wied Harry. Mengapa sebaiknya Biskuit Bayi dihindari?Bukan karena khawatir karena buatan pabrikan atau karena tambahan additive, sehingga dengan alasan itu Bunda beramai-ramai beralih kepada Biskuit Bayi Homemade yang sekarang banyak dijual ataupun membuat sendiri tanpa tambahan additive.
Padahal esensi mengapa biskuit bayi tidak diperkenankan diberi kepada bayi yang memulai MPASI usia 6-12 bulan bukanlah semata karena homemade atau pabrikan.
Berikut penjelasan bapak Wied Harry dalam milis Gizi_BayiBalita :
“Soal biskuit/kue kering, buat saya bukan hanya soal biskuit/kue kering itu dibuat sehat atau tidak sehat. Bayi adalah pembelajar, begitu dia untuk pertama kalinya menikmati finger food dibiasakan menikmati biskuit/kue kering, maka rekaman “rasa enaknya” adalah si biskuit/kue kerng itu. Maka nanti ketika dia sudah terbiasa dengan snack biskuit/kue kering, yang dicari adalah snack tersebut. Padahal,
[1] Biskuit/kue kering enak-sehat-alami belum tentu selalu tersedia di rumah. Nah kalau dia sudah “mencandu” biskuit/kue kering, maka dia bisa dengan mudah mencomot biskuit/kue kering warung – pastinya ini jenis makanan nakal.
[2] Biskuit/kue kering tidak lagi mengandung enzim, sehingga harus menguras enzim tubuh untuk mencernanya. Artinya, jika ini dibiasakan, berarti kita memboroskan fungsi organ cerna anak kita.

Lanjutannya, kita membiarkan anak kita kelak lebih mudah terganggu organ-organ cernanya, sehingga tubuhnya lebih dini memunculkan sinyal hipertensi,hiperkolesterol, hiperglikemik, dll.

Makanan sehat adalah makanan yang sedekat mungkin dengan bentuk alaminya.”

Selamat Mengenal Hidup Sehat Yang Sebenarnya bunda 🙂

Posted from WordPress for BlackBerry.

Cara Membuat Tepung Beras

Jenis MPASI yang bisa diberikan pertama kali adalah jenis serealia (tepung2an), karena risiko menimbulkan alergi kecil. Tepung MPASI ini bisa diperoleh dengan membeli produk yang sudah jadi atau membuat sendiri. Cara pembuatan ini bisa diaplikasikan untuk beras putih, beras merah, dan kacang hijau.

Bahan:
Beras putih / beras merah / kacang hijau secukupnya

Cara Membuat:

•Cuci bersih beras/kacang hijau sampai bersih.
•Rendam beras/kacang hijau selama 2 – 3 jam kemudian tiriskan.
•Setelah benar-benar tiris (ditiriskan selama 2-3jam), sangrai di atas wajan hingga kering dan setengah matang.
•Blender kering beras/kacang hijau (tanpa air). Bisa juga ditumbuk hingga halus.
•Ayak/saring, hingga mendapatkan tepung.
•Butiran yang tidak lolos saring, diblender kemudian diayak/disaring lagi.
•Simpan tepung yang sudah jadi di wadah tertutup dan kedap udara.

Sumber: http://anakbayibalita.wordpress.com/2010/04/16/cara-membuat-tepung-beras/

Manfaat Gula

Cobalah! 9 Manfaat ‘Ajaib’ Gula dalam Kehidupan Sehari-hari
Linda Mayasari – detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta – Konsumsi gula dalam jumlah berlebihan diketahui dapat merugikan kesehatan karena meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan lain sebagainya. Tetapi gula juga dapat bermanfaat bagi Anda, tanpa harus menelannya.

Seperti dikutip dari shape, Jumat (2/11/12), gunakan gula untuk mendapatkan 9 manfaat ini:

1. Mengobati luka infeksi
Para peneliti dari Selly Oak Hospital di Birmingham menguji pengobatan tradisional yang dipercayai oleh orang Afrika, yaitu dengan menuangkan gula pasir pada luka baring, borok kaki, dan luka amputasi

Cara tersebut terbukti bekerja dengan baik dalam membunuh bakteri dan mencegah luka berkembang menjadi infeksi yang parah. Bakteri membutuhkan air untuk bertahan hidup, tetapi gula tersebut dapat menyerap air dari luka dan menghentikan pertumbuhan bakteri.

2. Meredakan sensasi pedas
Mulut seperti terbakar setelah makan makanan pedas dapat diredakan dengan minum susu, tetapi jika Anda tidak menyukai susu, Anda dapat menggunakan gula untuk menenangkan mulut. Berkumur-kumurlah sesudahnya untuk mengeluarkan lumeran gula dalam mulut agar tidak tertelan.

3.Menyegarkan bunga dalam vas
Dengan menambahkan 3 sendok gula dan 2 sendok makan cuka putih ke air dalam vas bunga, Anda dapat menjaga kesegaran bunga penghias meja menjadi lebih tahan lama. Gula baik untuk mempertahankan kesegaran batang dan cuka dapat menghentikan pertumbuhan bakteri.

4. Menghapus sel-sel kulit mati
Campurlah gula dengan minya zaitu atau minyal almond, kemudian gosokkan pada kulit dan bilas di kamar mandi. Cara ini dapat menghapus sel-sel kulit mati dan membuat kulit lebih lembut.

5. Membuat lipstik lebih tahan lama di bibir
Setelah menerapkan lipstik, taburkan gula pada bibir Anda. Tunggu hingga beberapa saat sebelum membersihkannya, hal ini akan membuat riasan lisptik Anda tahan lama.

6. Membantu membersihkan noda rumput
Anak yang gemar bermain di rerumputan seperti sepak bola, kadang akan meninggalkan noda rumput yang kehijauan. Daripada menggunakan cairan pemutih yang mengandung bahan kimia, lebih baik gunakan pasta gula dan air. Oleskan pada noda, biarkan selama satu jam kemudian cuci dengan cara biasa.

7. Menghaluskan bibir
Gula juga dapat membantu mengatasi bibir kering, campur gula dengan minyak zaitun membentuk pasta. Oleskan pada bibir dan biarkan selama 30 detik, kemudian bersihkan dengan kain basah. Bibir akan terasa lebih lembut dan lembab secara alami.

8. Meredakan lidah yang terbakar karena minuman panas
Selain dapat meredakan sensasi pedas pada lidah, gula juga dapat mengatasi lidah yang terbakar akibat minum minuman yang terlalu panas. Kulum gula hingga beberapa detik kemudian bilas dengan air agar lidah terhindar dari sensasi mati rasa sejenak akibat kepanasan.

9. Membersihkan tangan yang berlumuran minyak atau oli.
Sabun tidak mampu menembus lapisan minyak atau oli, sehingga Anda dapat memanfaatkan gula yang dicampur dengan minyak zaitun untuk menghilangkan minyak sebelum mencuci tangan dengan sabun.

Sumber: detikhealth

Posted from WordPress for BlackBerry.

Lemon Chicken

Lemon Chicken
(bisa mulai dikasih saat baby udah waktunya makan ayam,kira2 7.5 bln..CMIIW)

bisa dibikin pake fillet bisa juga dg ayam utuh yg dipotong2. Baluri ayam dg jeruk lemon dan cincangan bawang putih (kalo buat kita bisa dikasih garem gula dan merica/black pepper). Diamkan 1 jam sampe meresap, kalo mo didiemin semalem juga ok. Setelah itu panggang di oven sampai matang. Kalo mo variasi sendiri ditambahin oregano/thyme/rosemary juga enak. Kalo udah jadi enak deh kulitnya kriuk2 gurih (kulitnya buat emaknya aja…hahahaha)
Untuk sayurannya, ya tinggal dikukus aja, bisa kentang kukus, wortel kukus, buncis kukus, brokoli, dll.

Banyak yg nanya, kalo di panggang pake teflon bisa ato gak? sebenernya bisa aja, tapi kan kalo di teflon musti pake minyak. Sengaja dipanggang bair gak perlu pake minyak. Tapi bbrp resep bule, ada yg dipanggang pake teflon dan dikasih butter sedikit.

Ngutip dari forum Resep BLW TUM