Biskuit Bayi, Hindari Meskipun HomeMade

Sumber: Bunda Ideal

Seringkali sebagai finger food bunda memberikan biskuit aneka rasa, entah yang dibuat oleh pabrikan atau pun homemade.
Temuan terbaru, salah satunya gencar diinformasikan oleh seorang ahli gizi bapak Wied Harry. Mengapa sebaiknya Biskuit Bayi dihindari?Bukan karena khawatir karena buatan pabrikan atau karena tambahan additive, sehingga dengan alasan itu Bunda beramai-ramai beralih kepada Biskuit Bayi Homemade yang sekarang banyak dijual ataupun membuat sendiri tanpa tambahan additive.
Padahal esensi mengapa biskuit bayi tidak diperkenankan diberi kepada bayi yang memulai MPASI usia 6-12 bulan bukanlah semata karena homemade atau pabrikan.
Berikut penjelasan bapak Wied Harry dalam milis Gizi_BayiBalita :
“Soal biskuit/kue kering, buat saya bukan hanya soal biskuit/kue kering itu dibuat sehat atau tidak sehat. Bayi adalah pembelajar, begitu dia untuk pertama kalinya menikmati finger food dibiasakan menikmati biskuit/kue kering, maka rekaman “rasa enaknya” adalah si biskuit/kue kerng itu. Maka nanti ketika dia sudah terbiasa dengan snack biskuit/kue kering, yang dicari adalah snack tersebut. Padahal,
[1] Biskuit/kue kering enak-sehat-alami belum tentu selalu tersedia di rumah. Nah kalau dia sudah “mencandu” biskuit/kue kering, maka dia bisa dengan mudah mencomot biskuit/kue kering warung – pastinya ini jenis makanan nakal.
[2] Biskuit/kue kering tidak lagi mengandung enzim, sehingga harus menguras enzim tubuh untuk mencernanya. Artinya, jika ini dibiasakan, berarti kita memboroskan fungsi organ cerna anak kita.

Lanjutannya, kita membiarkan anak kita kelak lebih mudah terganggu organ-organ cernanya, sehingga tubuhnya lebih dini memunculkan sinyal hipertensi,hiperkolesterol, hiperglikemik, dll.

Makanan sehat adalah makanan yang sedekat mungkin dengan bentuk alaminya.”

Selamat Mengenal Hidup Sehat Yang Sebenarnya bunda🙂

Posted from WordPress for BlackBerry.

6 thoughts on “Biskuit Bayi, Hindari Meskipun HomeMade

    • Sebelumnya terimakasih sudah mampir🙂,
      Awalnya saya tidak sengaja menemukan artikel ini, awalnya mau cari resep untuk biskuit bayi, malah nemu artikel ini😀.
      Namun setelah dipikir-pikir, ada benarnya juga, Bu, menurut saya.. Bayi memang pembelajar, mana yg menurut dia lebih enak pasti dia akan pilih itu. Kalau saya praktekan pada anak saya, ketika ada buah dan biskuit, anak saya cenderung memilih biskuit. Sejak itu saya jarang sekali memberi biskuit, alasannya semata-mata untuk membiasakan sejak dini pola hidup sehat..

      Dalam artikel ada kalimat “Makanan yang sehat adalah makanan yang sedekat mungkin dengan bentuk alaminya” menurut saya sederhananya, contoh buah-buahan, tidak perlu diolah menjadi biskuit, puding, atau dijadikan eskrim. Buah-buahan cukup dikupas, dipotong menjadi buah potong atau jus.

      Jika ada yang kurang jelas, monggo ditanya lagi🙂
      Terimakasih, bu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s