Kulit Risol

Selama ini tidak ada resep khusus dalam membuat kulit risol selalu asal tanpa takaran, dan tergantung bahan yang ada (mohon jangan ditiru :D) nah baru kali ini (karena baru cari tahu juga siy :D) saya nemu resep yang pas sekali ;), kenapa pas? Karena menurut saya angka kegagalan 0%.

Selama saya pakai resep asal-asalan saya yg tergantung bahan itu, ada saja masalah kulit lengket, rasa kulit risolnya tidak enak dll. Sebelum berakhir dengan curcol :p ini dia resepnya (bagian dalam kurung adalah modifikasi dari saya krn ketersediaan bahan, alat dan suka-sukanya saya :p). Resep asli dari sini

Bahan Kulit :
150 gram terigu protein rendah atau sedang (saya pakai 1 cup, setara dgn 140gr)
1/4 sdk teh garam
2 butir telur
400 ml susu cair (saya pakai 200 ml air + 200 ml susu cair)
2 sdk mkn minyak goreng (saya pakai 2 sdm margarin yg telah dilelehkan), aduk rata

Cara Membuat:
Taruh tepung terigu dalam mangkuk bersama garam, buat lubang di tengah, pecahkan telur, aduk.Tambahkan air sedikit demi sedikit, aduk rata, masukkan minyak goreng, aduk rata lagi. Bila ada tepung yang masih menggerindil di adonan, saring pakai saringan adonannya sampai halus dan licin. Buat dadar tipis di loyang teflon 20 cm. Kulit siap  di isi ragout.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Update!
Saya pernah praktik dengan ingredients yang saya modif di atas sesuai juklak, memang benar angka kegagalan 0% lancar dari awal sampai akhir tidak ada yg lengket 😀

Tapi… Dua hari yg lalu saya baru saja bikin risol. Mungkin karena saya tidak patuh dengan juklak, dari pertama sampai akhir semua lengket di teflon >_<
Mau tau apa saja yang saya langgar?
1. Saat menuangkan susu karena buru-buru 200ml langsung saya tumpahkan, jadi adonan banyak yang menggumpal
2. Margarin saya campur dengan coconut oil (entah apa kah ini turut andil dalam kegagalan pembuatan kulit risol)

Hmm kalau ada yang saya ingat lagi akan saya tambahkan… Jadi saran gratisnya: patuhi juklak! Untuk ingredients yang saya modifikasi, saya rasa tidak ada masalah dengan hal itu karena terbukti di percobaan awal justru sukses 😀

Iklan

Rahasia Sukses Membuat Cake

Sumber: Resep Masakan Indonesia

Cake banyak jenisnya, namun menurut cara membuatnya ada tiga jenis, yaitu sponge cake,  chiffon cake dan pound cake.

Sponge Cake adalah cake yang dibuat dengan terlebih dahulu mengocok telur dan gula sampai mengembang. Setelah itu tepung dimasukkan, menysul margarin yang telah dicairkan. Cake yang dihasilkan lembut seperti spons.

Chiffon Cake adalah cake yang dibuat dengan mencampurkan kuning telur dengan minyak, tepung terigu, dan baking powder. Sementara putih telur dan gula dikocok terpisah sampai mengembang dan kaku. Cake yang dihasilkan bertekstur halus dan lembut.

Pound Cake dibuat dengan mengocok margarin dan gula terlbih dahulu sampai kental kemudian terigu dan bahan lainnya dimasukkan. Cake ini teksturnya legit dan agak berminyak, karena jumlah telur, gula dan tepung terigu yang dipakai seimbang. Masing-masing bahan ditakar sebesar 250 gram. Fruit cake atau cake buah biasanya lebih enak hasilnya bila menggunakan adonan dan teknik ini.

Kenali Bahan – Bahannya
Bahan utama membuat cake adalah telur, gula, tepung terigu, dan margarin atau mentega. dari ketiga bahan utama ini, cake bisa divariasikan dengan tambahan susu, cokelat, kacang-kacangan, dan buah kering.

Telur
Fungsinya untuk membentuk struktur cake, karena telur dapat membuat adonan mengembang sehingga membentuk volume cake. Selain itu telur juga memberikan rasa, warna dan kelembapan pada cake.
 
Gula
memberi rasa manis pada cake dan memberikan aroma. Ini terjadi ketika proses karamelisasi adonan cake saat dioven. Ini menimbulkan reaksi browning (munculnya warna kuning kecokelatan) pada cake. Gula yang dipakai bisa berupa gula pasir, gula kastor, gula palem, brown sugar, dan gula bubuk.

Tepung
cake bisa dibuat dari tepung terigu, tepung ketan, tepung beras maupun tepung-tepung lainnya. Namun paling umum digunakan untuk membuat cake adalah tepung terigu. Tepung terigu yang cocok untuk cake adalah yang mengandung protein sedang (tepung terigu serbaguna) atau protein ringan. Terigu berprotein tinggi hanya cocok untuk membuat roti.

Lemak (Margarin / Mentega)
Penambahan  lemak juga menjadikan cake gurih dan lebih empuk. lemak yang digunakan dalam adonan cake bisa berupa margarin, mentega, shortening (mentega putih), dan minyak. Margarin terbuat dari lemak tumbuhan yang diberi aroma dan harga jualnya murah. Mentega terbuat dari lemak hewan (lemak susu) sehingga rasa rasa cake lebih gurih dengan aroma harum. Namun harga mentega lebih mahal dibandingkan dengan margarin. Shortening atau biasa disebut mentega putih juga terbuat dari lemak tumbuhan namun kandungan airnya sedikit sehingga bila digunakan dalam cake, tekstur cakenya empuk dan rasanya tidak gurih.

Pengembang
Bahan ini memang tidak mutlak dibutuhkan. Namun banyak yang memakainya untuk menstabilkan adonan cake. Padahal jika proses pengocokan telur dan gula dilakukan dengan benar hingga campuran telur dan gula mengembang sempurna, sudah cukup untuk membuat cake labih bervolume dan memiliki kerangka.
Bahan pengembang pada prinsipnya ada dua macam. Yang berbentuk serbuk seperti baking powder  dan baking soda atau berbentuk pasta seperti ovalet dan SP> Pengembang berbentuk pasta sering disebut cake emulsifier., karena selain menstabilkan adonan, juga memperbaiki tercampurnya lemak dan air dalam adonan. Agar tercampur sempurna, pengembang serbuk sebaiknya dicampurkan dengan tepung terigu. 
Sementara itu, pengembang pasta ditambahkan pada proses pengocokan telur dan gula, yaitu ketika gula mulai larut dan telur mulai berwarna putih. Namun perlu diingat bahwa takaran untuk bahan pengembang harus pas. Karena terlalu banyak pengembang dan kurang cairan juga bisa menyebabkan cake mudah keras dan kering.

Mengocok Telur

  1. Sebelum mulai megocok telur, pastikan pengocok dalam keadaan kering. Peralatan yang basah dan berlemak membuat telur tidak mengembang meski dikocok dalam waktu lama.
  2. Jangan menggunakan telur yang baru dikeluarkan dari lemari es. Jika telur terlanjur disimpan di lemari es, biarkan telur  di suhu ruang selama 1 jam sebelum dikocok.
  3. Berat telur yang digunakan dalam resep adalah 50 gram tanpa kulit. jika berat telur kurang dari 50 gram, tambahkan kuning telur dari telur yang lain. Sebaliknya jika berat lebih dari 50 gram kurangi putih telurnya saja.
  4. Pengocokan telur dan gula bisa dilakukan bersamaan. Tetapi bila telur yang digunakan hanya bagian putihnya, gula dimasukkan sedikit-sedikit setelah putih telur dikocok hingga berbusa.
  5. Istilah “kocok telur sampai mengembang”, artinya telur dan gula dikocok hingga kental. Cirinya terdapat guratan-guratan jalannya mikser di atas adonan yang dikocok. Bila guratan tidak segera hilang artinya telur sudah cukup kental

Mencampur Adonan

  1. Mencampur margarin/mentega dengan telur tidak boleh dilakukan sekaligus karena adonan tidak akan bercampur. Masukan telur satu persatu ke dalam mentega yang dikocok. Setelah terkocok rata, baru masukkan telur yang lain. Begitu seterusnya hingga telur habis.
  2. Untuk membuat kue yang menggunakan mentega kocok, pakailah gula kastor (gula dengan butiran halus) agar cepat hancur. Gula pasir membutuhkan waktu yang lebih lama untuk larut.
  3. Bahan-bahan kering seperti tepung terigu, susu bubuk, tepung meizena, cokelat bubuk, dan baking powder bisa dimasukkan secara bersamaan ke dalam adonan telur.
  4. Ayak terlebih dahulu semua bahan itu menjadi satu. setelah itu baru dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam adonan.
  5. Pencampuran bahan kering ke dalam adonan telur sebaiknya menggunakan spatula ataupun sendok kayu. Jangan menggunakan mikser sekalipun dengan kecepatan rendah karena udara akan “”lari” dari adonan dehingga kue tidak bisa mengembang sempurna.

Margarin Cair

  1. Margarin/mentega cair diperoleh dengan memanaskannya di atas api kecil hingga sebagian besar margari/mentega mencair, tapi tidak perlu mencair seluruhnya. Jika masih ada yang menggumpal angkat saja dari api, lalu aduk hingga mencair seluruhnya. Margarin/mentega cair warnanya harus tetap kuning kental. Mencairkan margarin/mentega terlalu lama akan menghilangkan uap air dalam margarin.
  2. Margarin/mentega dicairkan sesaat sebelum dicampurkan ke dalam adonan. Karena jika margarin dibiarkan terlalu lama, lemak di dalamnya akan terpisah dengan cairannya sehingga akan sulit dalam proses pencampuran ke dalam adonan
  3. Pencampuran margari/mentega cair ke dalam adonan dilakukan dengan menuangkannya sedikit-sedikit. Aduk ringan dengan gerakan memutar dari atas kebawah. Setelah tercampur rata tuang kembali sedikit margarin cair. Begitu seterusnya hingga margarin cair habis.
  4. Lakukan pengadukan margarin cair bersama adonan dengan cara yang benar. Pengadukan margarin cair yang terlalu lama bisa menyebabkan cake bantat.

Memanggang Cake

  1. Loyang yang akan digunakan untuk cake sebaiknya dilapisi kertas roti. Jangan memoles loyang dengan margarin dan menaburi tepung tepung tergu karena bagian luar cake akan menjadi tebal dan terkelupas.
  2. Panaskan oven setidaknya 15 menit sebelum adonan cake dimasukkan agar oven sudah cukup panas saat digunakan untuk memanggang cake.
  3. Usahakan untuk tidak terlalu sering membuka pintu oven saat cake sedang dipanggang. Setidaknya selama 15 menit pertama. Setalah itu oven baru boleh dibuka untuk menguji kematangan cake.
  4. Cake yang tipis membutuhkan proses pemanggangan dengan suhu oven lebih tinggi (kurang lebih 200 derajat), sedangkan untuk cake tebal suhu oven harus lebih rendah (kurang lebih 160 derajat).
  5. Untuk mengetes kematangan cake bisa digunakan tusuk sate. Lakukan dengan menusuk bagian tengah cake. Jika tusukannya licin, tandanya cake telah matang. Namun jika masih ada adonan basah menempel pada tusuk sate, artinya cake masih perlu dioven kembali

Sebaiknya Anda Tahu

  1. Tekstur cake terasa kering terjadi karena proses mencairkan margarin terlalu lama, sehingga uap air dalam margarin hilang dan mengakibatkan cake menjadi kurang lembap.
  2. Tekstur cake berlubang dan kasar terjadi karena pemakaian putih telur telalu banyak di samping juga pemakaian margarin yang terlalu sedikit.
  3. Cake mudah keras dan kering, biasanya karena terlalu banyak menggunakan baking powder
  4. Bagian tengah cake masih basah, sedangkan luarnya sudah matang. Ini karena suhu oven terlalu panas. Buka sedikit pintu oven supaya suhu panasnya keluar, kemudian panggang kembali seperti biasa.
  5. Permukaan cake jadi tebal dan cekung. Ini terjadi karena jumlah terigu yang digunakan kurang.
  6. Sebaliknya permukaan cake menggunung ke tengah terjadi karena pemakaian tepung terigu terlalu banyak.
  7. Permukaan cake pecah dan terbeah. Ini disebabkan beberapa hal, di antaranya pemakaian tepung terigu dengan kadar protein tinggi atau komposisi tepung terigu dan gula terlalu banyak. Suhu oven yang kurang panas juga bisa jadi penyebabnya.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Resep Bumbu Dasar Rudy Choiruddin

Been searching for long time.. Akhirnya nemu juga setelah googling 😀

Ini dia resep bumbu dasar Rudy Choiruddin yang tenar pada jaman saya SD-SMP dulu.. Ketauan deh angkatan berapa :p .

Sumber: Just Alia’s Blog

Saya menemukan bumbu dasar mulai tahun 1987, dan selama 12 tahun saya terus-menerus demo bumbu dasar.Menurut saya bumbu dasar ini cocok untuk ibu-ibu yang sibuk bekerja dan perusahaan katering. Bumbu dasar sangat menghemat waktu.

Bisa dijelaskan, apa itu bumbu dasar?

Aneka bumbu untuk berbagai macam masakan Indonesia. Saya membagi bumbu dasar menjadi empat berdasarkan warna. Ada bumbu dasar merah, kuning, oranye, dan putih.

Bumbu dasar merah itu untuk berbagai masakan Indonesia yang berwarna merah. Misalnya memasak nasi goreng. Ambil bumbu dasar merah satu sendok,tambahkan kecap dan nasi. Isinya terserah, bisa sosis, telur, ikan, atau teri. Kalau bumbu dasar merah itu ditambahkan lengkuas yang dimemarkan, daun salam, dan santan, jadilah dia sambal goreng. Isinya bisa macam-macam.

BUMBU DASAR MERAH

Bumbu yang dapat dipergunakan seluruh masakan Indonesia yang berwarna merah (tumisan,nasi goreng, sambal goreng dll) hanya menambah bahan bumbu seperti daun salam, sereh,lengkuas.

Bahan :

* 400 gr cabe merah ( buang bijinya )
* 100 gr bawang merah
* 50 gr bawang putih
* 100 gr tomat
* 20 gr terasi
* 100 gr gula pasir
* 15 gr garam
* 100 ml minyak goreng ( saat blender )
* 100 ml minyak goreng ( saat menumis )

Cara membuat :

* Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis hingga halus benar.
* Panaskan minyak untuk menumis hingga panas betul kemudian masukkan bumbu yang dihaluskan. * Tumis hingga harum dan matang, tambahkan gula pasir, dinginkan,siap digunakan.

BUMBU DASAR PUTIH

Bumbu yang dapat dipergunakan seluruh masakan Indonesia yang berwarna putih seperti ( soto-sotoan ) hanya menambah bahan bumbu seperti salam, daun jeruk,serai misalnya rawon, semur, bisa juga untuk tumisan, mi goreng, dan oseng-oseng..

Bahan :

* 250 gr bawang merah
* 100 gr bawang putih
* 50 gr kemiri
* 3 cm lengkuas dirajang halus
* 2 sdt garam
* 2 sdt gula pasir
* 100 ml minyak goreng ( saat blender )
* 100 ml minyak goreng ( saat menumis )

Cara membuat :

* Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis hingga halus benar.
* Panaskan minyak untuk menumis hingga panas betul kemudian masukkan bumbu yang dihaluskan. *Tumis hingga harum dan matang, tambahkan gula pasir, dinginkan,siap digunakan.

BUMBU DASAR ORANYE

Bumbu ini untuk kari, gulai, rendang, dan macam-macam masakan yang berwarna oranye

Bahan :

* 300 gr cabe merah buang bijinya
* 1 sdt jintan
* 1 sdt adas manis bubuk
* 2 1/2 sdm ketumbar bubuk
* 100 gr kemiri
* 150 gr bawang putih
* 500 gr bawang merah
* 25 gr kunyit
* 20 gr jahe
* 20 gr lengkuas
* 2 sdt lada bubuk
* 3 1/2 sdt garam
* 2 sdt gula
* 100 ml minyak goreng ( saat blender )
* 100 ml minyak goreng ( saat menumis )

Cara membuat :

* Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis hingga halus benar.
* Panaskan minyak untuk menumis hingga panas betul kemudian masukkan bumbu yang dihaluskan. * Tumis hingga harum dan matang, tambahkan gula pasir, dinginkan,siap digunakan.

BUMBU DASAR KUNING

Bumbu ini misalnya untuk macam-macam soto, pesmol, acar, terik daging, sampai bumbu ayam goreng dan mi goreng.

Bahan :

* 100 gr kemiri
* 150 gr bawang putih
* 500 gr bawang merah
* 25 gr kunyit
* 20 gr jahe
* 20 gr lengkuas
* 1 sdm lada bubuk
* 2 1/2 sdt garam
* 2 sdt gula pasir
* 100 ml minyak goreng ( saat blender )
* 100 ml minyak goreng ( saat menumis )

Cara membuat :

* Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis hingga halus benar.
* Panaskan minyak untuk menumis hingga panas betul kemudian masukkan bumbu yang dihaluskan. * Tumis hingga harum dan matang, tambahkan gula pasir, dinginkan,siap digunakan.

Jadi Cara Membuat Bumbu Dasar secara umum :
1. Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis, hingga halus benar.
2. Panaskan minyak untuk menumis, tumis bumbu sampai harum dan matang. Masukkan gula, tumis sebentar, angkat dan dinginkan. 3. Masukkan ke dalam toples, siap digunakan.
4. Bumbu dasar bisa disimpan dalam kulkas selama 3 bulan. Jika ingin memasak, ambillah sedikit dan masukkan bumbu tambahan lain seperti daun salam, daun pandan, atau daun jeruk.

(Sumber : Rudy Choiruddin)

(dicopy dari catatan AYSCA)
Just Alia di 18.52