Resep DIY Kwetiau Basah

Beberapa kali coba bikin sendiri kwetiau basah tapi gagal terus. Akhirnya dapat resep yang pas dari browsing di pakde yusup alias youtube hehehe

Biar gampang diingat saya kasih nama kwetiau 123, karena perbandingan resepnya 1:2:3.

Yang pasti hasilnya kenyal empuk dan bila dimasak tidak mudah patah asalkan masaknya pelan-pelan ya…

Resep kwetiau basah 123
-1 cawan/cangkir tepung tapioka (saya pakai sagu tani)
-2 cawan/cangkir tepung beras
-3 cawan/cangkir air
-sejumput garam
-1 sdm minyak goreng
Campur semua bahan aduk hingga rata dan tidak bergerindil/halus. Adonan ini cair tidak kental. Panaskan kukusan, olesi loyang dengan minyak goreng, tuang adonan tipis saja, kukus selama 4-6 menit. Angkat dari kukusan dan taruh loyang diatas air sejuk (air biasa), olesi kwetiau dengan minyak goreng lagi. Selagi menunggu kwetiau dingin, ambil loyang lagi dan olesi dengan minyak, tuang adonan cair tipis-tipis dan kukus lagi. Sementara itu ambil kwetiau yang sudah dingin, angkat pelan-pelan supaya tidak sobek, lalu iris sesuai selera. Ulangi mengukus sampai adonan habis.
Selamat mencoba.

Sumber: Facebook

image

Resep Bumbu Dasar Rudy Choiruddin

Been searching for long time.. Akhirnya nemu juga setelah googling 😀

Ini dia resep bumbu dasar Rudy Choiruddin yang tenar pada jaman saya SD-SMP dulu.. Ketauan deh angkatan berapa :p .

Sumber: Just Alia’s Blog

Saya menemukan bumbu dasar mulai tahun 1987, dan selama 12 tahun saya terus-menerus demo bumbu dasar.Menurut saya bumbu dasar ini cocok untuk ibu-ibu yang sibuk bekerja dan perusahaan katering. Bumbu dasar sangat menghemat waktu.

Bisa dijelaskan, apa itu bumbu dasar?

Aneka bumbu untuk berbagai macam masakan Indonesia. Saya membagi bumbu dasar menjadi empat berdasarkan warna. Ada bumbu dasar merah, kuning, oranye, dan putih.

Bumbu dasar merah itu untuk berbagai masakan Indonesia yang berwarna merah. Misalnya memasak nasi goreng. Ambil bumbu dasar merah satu sendok,tambahkan kecap dan nasi. Isinya terserah, bisa sosis, telur, ikan, atau teri. Kalau bumbu dasar merah itu ditambahkan lengkuas yang dimemarkan, daun salam, dan santan, jadilah dia sambal goreng. Isinya bisa macam-macam.

BUMBU DASAR MERAH

Bumbu yang dapat dipergunakan seluruh masakan Indonesia yang berwarna merah (tumisan,nasi goreng, sambal goreng dll) hanya menambah bahan bumbu seperti daun salam, sereh,lengkuas.

Bahan :

* 400 gr cabe merah ( buang bijinya )
* 100 gr bawang merah
* 50 gr bawang putih
* 100 gr tomat
* 20 gr terasi
* 100 gr gula pasir
* 15 gr garam
* 100 ml minyak goreng ( saat blender )
* 100 ml minyak goreng ( saat menumis )

Cara membuat :

* Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis hingga halus benar.
* Panaskan minyak untuk menumis hingga panas betul kemudian masukkan bumbu yang dihaluskan. * Tumis hingga harum dan matang, tambahkan gula pasir, dinginkan,siap digunakan.

BUMBU DASAR PUTIH

Bumbu yang dapat dipergunakan seluruh masakan Indonesia yang berwarna putih seperti ( soto-sotoan ) hanya menambah bahan bumbu seperti salam, daun jeruk,serai misalnya rawon, semur, bisa juga untuk tumisan, mi goreng, dan oseng-oseng..

Bahan :

* 250 gr bawang merah
* 100 gr bawang putih
* 50 gr kemiri
* 3 cm lengkuas dirajang halus
* 2 sdt garam
* 2 sdt gula pasir
* 100 ml minyak goreng ( saat blender )
* 100 ml minyak goreng ( saat menumis )

Cara membuat :

* Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis hingga halus benar.
* Panaskan minyak untuk menumis hingga panas betul kemudian masukkan bumbu yang dihaluskan. *Tumis hingga harum dan matang, tambahkan gula pasir, dinginkan,siap digunakan.

BUMBU DASAR ORANYE

Bumbu ini untuk kari, gulai, rendang, dan macam-macam masakan yang berwarna oranye

Bahan :

* 300 gr cabe merah buang bijinya
* 1 sdt jintan
* 1 sdt adas manis bubuk
* 2 1/2 sdm ketumbar bubuk
* 100 gr kemiri
* 150 gr bawang putih
* 500 gr bawang merah
* 25 gr kunyit
* 20 gr jahe
* 20 gr lengkuas
* 2 sdt lada bubuk
* 3 1/2 sdt garam
* 2 sdt gula
* 100 ml minyak goreng ( saat blender )
* 100 ml minyak goreng ( saat menumis )

Cara membuat :

* Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis hingga halus benar.
* Panaskan minyak untuk menumis hingga panas betul kemudian masukkan bumbu yang dihaluskan. * Tumis hingga harum dan matang, tambahkan gula pasir, dinginkan,siap digunakan.

BUMBU DASAR KUNING

Bumbu ini misalnya untuk macam-macam soto, pesmol, acar, terik daging, sampai bumbu ayam goreng dan mi goreng.

Bahan :

* 100 gr kemiri
* 150 gr bawang putih
* 500 gr bawang merah
* 25 gr kunyit
* 20 gr jahe
* 20 gr lengkuas
* 1 sdm lada bubuk
* 2 1/2 sdt garam
* 2 sdt gula pasir
* 100 ml minyak goreng ( saat blender )
* 100 ml minyak goreng ( saat menumis )

Cara membuat :

* Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis hingga halus benar.
* Panaskan minyak untuk menumis hingga panas betul kemudian masukkan bumbu yang dihaluskan. * Tumis hingga harum dan matang, tambahkan gula pasir, dinginkan,siap digunakan.

Jadi Cara Membuat Bumbu Dasar secara umum :
1. Haluskan semua bahan kecuali gula dan minyak untuk menumis, hingga halus benar.
2. Panaskan minyak untuk menumis, tumis bumbu sampai harum dan matang. Masukkan gula, tumis sebentar, angkat dan dinginkan. 3. Masukkan ke dalam toples, siap digunakan.
4. Bumbu dasar bisa disimpan dalam kulkas selama 3 bulan. Jika ingin memasak, ambillah sedikit dan masukkan bumbu tambahan lain seperti daun salam, daun pandan, atau daun jeruk.

(Sumber : Rudy Choiruddin)

(dicopy dari catatan AYSCA)
Just Alia di 18.52

Homemade Ravioli Recipe with Roasted Pumpkin Filling(Step by Step) ala Dentist Chef

Coba resep baru ini untuk si bayi 😉

DENTIST CHEF

homemade ravioli recipe pumpkin filling ravioli

Ravioli are a traditional type of Italian filled pasta. They are composed of a filling sealed between two layers of thin egg pasta dough and are served either in broth or with a sauce. Today i make my basil green ravioli with roasted pumpkin filling. The contrast color between the dough and the filling is the trick for a beautifull ravioli dish. The finely chopped make the dough had a greeny radient color derived from a pureed basil leaves. Besides gives green color, the basil leaves that infused in the ravioli dough gives a pleasant scent and flavour.

ravioli recipe pasta fresh filling

Take a closer look….

pumpkin ravioli green ravioli recipe fresh ravioli

Yummy roasted pumpkin ravioli !

Ingredient :

Recipe Fresh Ravioli Pasta :

  • 1 cups (125 g) all-purpose flour
  • 1/4 tsp. salt
  • 1 egg yolg
  • 2 tsp. olive oil
  • 10 ml water
  •  1 tbsp pureed basil oil
  • Extra flour on hand for dusting

fresh ravioli pasta recipe make ravioli from scrach step by step

Recipe Roasted Pumpkin Filling for Ravioli…

Lihat pos aslinya 472 kata lagi

Crispy Enoki Mushrooms Tempura with Teriyaki Sauce: Meatless Monday Recipes

Hmmm yummy!

DENTIST CHEF

Crispy enoki mushrooms recipe tempura mushroom enokitake

Enokitake (榎茸, エノキタケ, [enokitake], /ɨˌnoʊkiˈtɑːkiː/), also Enokidake (榎茸, エノキダケ, [enokidake], /ɨˌnoʊkiˈdɑːkiː/) or Enoki (榎, エノキ,[enoki], /ɨˈnoʊki/) is a long, thin white mushroom used in East Asian cuisine (such as that of China, Japan and Korea). These mushrooms are cultivars of Flammulina velutipes, also known by the name, “golden needle mushroom”. Wild forms differing in color, texture, and sliminess are called winter mushrooms, velvet foot or velvet stem, amongst other names. This mushroom is available fresh or canned, with experts recommending fresh enoki specimens with firm, white, shiny caps, rather than those with slimy or brownish stalks that are best avoided. It is traditionally used for soups, but can also be used for salads and other dishes. The mushroom has a crisp texture and can be refrigerated for approximately one week

The mushroom naturally grows on the stumps of the Chinese Hackberry tree (“enoki” in Japanese)…

Lihat pos aslinya 576 kata lagi

Jamur Shiitake Kriuk

Sumber: Simply Cooking and Baking

Lagi banyak stok jamur shitake dirumah, kali ini coba digoreng kriuk 🙂

Resep Jamur Shiitake Kriuk atau jamur shiitake goreng tepung :

Bahan :
jamur shiitake 4 buah, cuci, keringkan/peras, iris tipis2
bawang putih halus 1/2 sdt

merica bubuk 1/4 sdt

pala bubuk 1/4 sdt

garam 1/4 – 1/2 sdt
tepung terigu protein rendah 2 sdm munjung
tepung beras 1 sdm munjung
air 50ml

Cara Membuat:
1. campur tepung dan bumbu2, aduk rata.
2. Tambahkan air, aduk kembali hingga rata.
3. Masukkan irisan2 jamur, goreng hingga matang.

Hmm…hasilnya renyah, kenyil2 🙂
Oya, setelah jamurnya matang dan dingin, lupa ga sy masukkan toples/wadah kedap udara.
Jadinya melempem…hehe…tapi jadi empuk kenyil2, ga alot. Masih laku juga dibuat lauk/cemilan ^^
Sayangnya, anak2 krg suka klo digoreng tepung gini, mrk lebih suka klo di sup.

Tentang Jamur Shiitake

Jamur Shiitake (Lentinula Edodes) adalah jamur yang aslinya berasal dari Asia Timur. Jamur ini sekarang dibudidayakan secara luas untuk obat-obatan dan untuk kuliner. Shiitake merupakan nama umum jamur ini dalam bahasa Jepang. Di Jepang, jamur ini dinamai demikian karena Ia tumbuh pada pohon ‘Shii’.

Shiitake telah dibiakkan selama lebih dari 1000 tahun. Pada masa Dinasti Ming (1368-1644 M), tabib Tiongkok Wu Jue menulis bahwa jamur ini dapat digunakan sebagai obat infeksi saluran pernafasan atas, peredaran darah tak lancar, gangguan hati patogen, kecapaian, penuaan dini dan sebagai tonik Qi.

Shiitake memiliki rasa yang sederhana, sehingga menjadikannya diterima secara umum oleh dunia kuliner. Banyak koki memilih Shiitake kering karena proses pengeringan tampaknya memperkuat rasa dan aroma jamur ini.
Uniknya, efek sinar ultraviolet pada jamur, mengubah ergosterol menjadi vitamin D. Ini menjadikan Shiitake varietas kering favorit untuk sumber vitamin D pada menu makanan. Shiitake sering kali diitumis pada masakan China, memberi aroma sup pada masakan Jepang, dan juga dikukus, dididihkan atau digoreng pada masakan Thailand.

Dari perspektif lain, Shiitake adalah jamur yang mengagumkan karena manfaatnya yang luas di bidang kesehatan. Selain itu, jamur ini mudah dimasak dan terjamin keamanannya. Penelitian terkini menemukan bahwa ekstrak Shiitake mengandung bahan pengatur sistem kekebalan tubuh, zat antibakteri, antivirus dan bahan pencegah penggumpalan darah.
Sebuah studi yang dilansir oleh Journal of Microbiology and Biotechnology pada tahun 2009 melaporkan bahwa ekstrak polisakarida Shiitake dapat menstimulasi fungsi dan aktivasi makrofag. Makrofag adalah sel darah putih yang terlibat dalam respon pertama terhadap infeksi. Makrofag berperan penting menghancurkan patogen dan mengirimkan sinyal kimia ke sistem kekebalan tubuh untuk menyerang organisme asing.
 Di tahun 2006, the Biological Pharmacology Bulletin, mempublikasikan sebuah riset tentang khasiat ekstrak air panas Shiitake dalam melindungi sel hati dari zat racun D-galactosamine. Hasilnya, 0.5 mg/ml ekstrak Shiitake mampu sepenuhnya menekan cytotoxic, yaitu sel hati yang telah teracuni oleh D-galactosamine.
Studi lebih lanjut meneliti tentang efek injeksi ekstrak Shiitake pada tikus yang telah diberi D-galactosamine. Penelitian ini menunjukkan adanya lebih sedikit kebocoran AST dan ALT, yang merupakan indikasi cidera sel hati, dibandingkan kondisi tanpa injeksi Shiitake.
Lentinan, ekstrak umum Shiitake untuk tujuan pengobatan, telah diteliti menyangkut hubungannya dengan sistem kekebalan tubuh dan HIV. Pada tahun 1998, Journal of Medicine (Divisi penanggulangan AIDS, rumah sakit umum San Francisco) melakukan uji coba placebo pada 98 pasien yang terjangkit HIV.
Pasien diberi 2, 5 atau 10 mg Lentinan dan Placebo (bahan non obat) seminggu sekali selama 8 minggu. Efek samping Lentinan umumnya tidak begitu menonjol meskipun injeksi dilakukan lebih dari 30 menit. Efek positifnya, pasien yang menerima Lentinan menunjukkan kecenderungan peningkatan sel CD4, yaitu sel yang diserang oleh HIV. Selain itu, pada beberapa pasien, injeksi Lentinan juga meningkatkan neutrophil yang merupakan sel darah putih utama yang terlibat dalam penanganan infeksi.

Seperti halnya semua makanan yang kita telan, ada potensi alergi tubuh terhadap Shiitake. Berhati-hatilah ketika mengkonsumsi Shiitake mentah atau ekstrak Shiitake untuk pertama kali. Shiitake sangat mudah dan murah untuk dibiakkan di rumah. Jamur ini memberi sebuah pilihan makanan sehat dan menambah aroma dan cita rasa tambahan untuk kuliner keluarga. (source : erabaru.net)

Shiitake segar biasanya dimakan sebelum payung bagian bawah berubah warna. Batang shiitake agak keras dan umumnya tidak digunakan dalam masakan.

Sebagian orang lebih menyukai shiitake kering dibandingkan shiitake segar karena shiitake kering mempunyai aroma yang lebih harum (keras). Shiitake kering diproses dengan cara menjemur di bawah sinar matahari dan perlu direndam di dalam air sebelum dimasak. Kaldu dasar masakan Jepang yang disebut dashi didapat dari merendam shiitake kering di dalam air.
Di Jepang, shiitake merupakan isi sup miso, digoreng sebagai tempura, campuran chawanmushi, udon dan berbagai jenis masakan lain. Shiitake juga digoreng hingga garing dan dijual sebagai keripik shiitake. (source: wikipedia)

Posted from WordPress for BlackBerry.

Shitake Mushroom with Oyster Sauce

Sumber: Duniafitnes.com

9 May 2011 | Arief T Nur Gomo

Resep sehat kali ini akan menggunakan jamur shiitake. Bagi yang belum begitu mengenal tentang jamur shiitake, akan saya ceritakan sedikit tentang jamur ini. Jamur shiitake (Lentinula edodes) adalah jamur yang dapat dimakan yang berasal dari Asia Timur. Jamur ini dibudidayakan dan cukup populer di berbagai masakan Asia seperti di masakan Vietnam, Cina, Jepang, Korea, dan Thailand. Selain dalam bentuk segar, kita juga bisa memperoleh dan menggunakan jamur shiitake yang sudah dikeringkan. Selain digunakan dalam masakan, ternyata jamur shiitake pun dikenal sejak zaman dulu sebagai jamur untuk pengobatan (lebih dari 6000 tahun).

Dari segi citarasa, jamur shiitake mempunyai citarasa dan aroma yang khas. Citarasa umami alami yang dimiliki jamur ini membuat jamur ini digemari. Umami adalah komponen rasa yang kelima setelah manis, asam, pahit, dan asin. Umami berasal dari bahasa Jepang yang artinya rasa gurih yang lezat.

Dari segi nutrisi, selain merupakan sumber protein nabati, jamur shiitake juga merupakan sumber zat besi, vitamin C, vitamin D, dan serat pangan. Vitamin D dalam jamur shiitake bertambah jumlahnya jika jamur tersebut disinari cahaya matahari atau sinar UV. Jamur shiitake juga mengandung komponen yang disebut lentinan. Lentinan adalah senyawa golongan polisakarida (karbohidrat kompleks) yang disebut sebagai beta-glucan bercabang (branched beta-glucan) yang memiliki aktifitas anti kanker. Beta-glucan juga adalah salah satu komponen dalam oat. Selain sebagai anti kanker, lentinan memiliki kemampuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Senyawa aktif lain yang ditemukan dalam jamur shiitake yaitu eritadenine. Studi yang dilakukan selama 10 tahun terakhir menunjukkan kemampuan senyawa ini menurunkan kadar kolesterol pada hewan percobaan. Apapun perlakuan diet lemak yang diberikan pada hewan percobaan, kadar kolesterol hewan tersebut mengalami penurunan. Dengan kata lain, semakin banyak eritadenine yang diberikan, semakin turun kandungan kolesterol. Jamur shiitake juga mengandung antioksidan yang disebut L-ergothioneine. Antioksidan yang kuat ini ditemukan juga di hati ayam, wheat germ (embrio gandum), jamur tiram, jamur maitake, dan jamur kancing.

Sebelum menggunakan jamur shiitake ini, perlu diperhatikan untuk tidak mengkonsumsi jamur ini dalam keadaan mentah atau dimasak sedikit. Racun lentinan dalam jamur shiitake bisa menyebabkan kemerahan pada kulit, bintik-bintik merah, dan gatal pada seluruh tubuh termasuk wajah dan kulit kepala yang muncul setelah sekitar 48 jam mengkonsumsinya. Hal ini terjadi pada 1 dari 50 orang. Akan tetapi keracunan ini bisa dihindari dengan memasaknya terlebih dahulu.

Untuk 3 porsi
Bahan:

200 g jamur shiitake
100 g (2 batang) bok choy
30 g saos tiram
1 sdm kecap manis
100 ml air
3 siung bawang putih
1 sdm minyak zaitun
½ sdt merica
½ sdt garam
½ sdm maizena
Cara membuat:

Jamur shitake diblansir terlebih dahulu dengan cara merendam dalam air mendidih selama 2-3 menit. Angkat dan tiriskan.
Lepaskan helai daun bok choy dari batangnya. Cuci bersih. Tiriskan.
Iris tipis bawang putih. Tumis sampai harum dengan api sedang.
Masukkan jamur shitake dan bok choy. Aduk terus sampai agak layu.
Masukkan saus tiram, kecap manis, garam, merica dan air. Aduk terus sampai rata.
Masukkan maizena yang sudah dilarutkan dengan sedikit air. Aduk rata sampai agak kental.
Angkat. Sajikan.
Nilai gizi per porsi

Energi: 81.9 kkal
Lemak: 3.7 g
Karbohidrat: 9 g
Serat: 1.3 g
Protein: 3.3 g
Tips dan Saran:

Sajikan untuk makan siang atau makan malam.
Sayuran bok choy bisa diganti dengan sayuran jenis lain misalnya brokoli, kol, atau sawi.
Dapat ditambahkan potongan tahu, tempe atau daging.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Baby Mac and Cheese Carrot

Sumber: Resep BLW 8month+

Bahan :

  1. Segenggam pasta (boleh macaroni/spagetti/penne/fusilli/farfalla, bebas yaa..)
  2. 2 sdt minyak zaitun/butter
  3. 1 siung kecil bawang putih
  4. 1/4  potong bawang bombay ukuran sedang
  5. 60 ml susu
  6. 1/2 potong wortel
  7. 2 cm daun bawang
  8. sejumput keju parut (sedikit aja)
  9. Oatmeal bubuk (blender tanpa air)

Cara membuat :

  • Rebus pasta sampai lunak. tiriskan dan potong-potong kecil (khusus untuk anak dibawah 1 tahun)
  • tumis bawang putih, bawang bombay dengan menggunakan minyak zaitun/butter.
  •  jika sudah harum, masukkan oatmeal dan aduk dengan cara mengocok selama kira-kira 2 menit.
  • masukkan pelan-pelan susu yang telah siap, aduk rata sampai mendidih.
  • masukan wortel yang telah diiris kecil-kecil, daun bawang yang sudah dicacah dan sejumput keju parut.
  • jika wortel sudah matang, masukkan pasta yang telah dicincang.
  • masak sampai mengental.
  • sajikan.

Tips Membuat Kaldu

KOMPAS.com – Membuat kaldu rasanya mudah saja. Tinggal rebus tulang atau daging ke dalam air, lalu selesai. Ternyata, tidak sesederhana itu! Banyak orang yang menggunakan cara yang salah saat merebus tulang atau daging tersebut, kaldu menjadi tidak berkualitas. Karena itu, coba ikuti cara memasak kaldu berikut ini.

1. Waktu yang dipergunakan untuk memasak kaldu antara 1-2 jam.
2. Jika kaldu tampak kotor (ada sisa darah, lemak, dan lainnya), buang kaldunya, cuci bersih daging/ tulang pembuat kaldu tadi. Lalu rebus kembali daging/ tulang dalam air dingin dengan api sedang. Setelah mendidih, segera matikan api, buang airnya. Siapkan lagi air panas, masukkan daging/ tulang tadi dan masak dengan api kecil untuk membuat kaldu yang baik.
3. Jangan sesekali menggunakan api besar untuk membuat kaldu, karena sumsum dan sisa darah akan terlepas dari tulang (jika kaldu dibuat dari tulang sapi/ ayam). Akibatnya, kuah jadi keruh dan amis, bagian-bagian tulang akan matang sehingga sarinya terperangkap dan tak bisa keluar. Gunakan teknik slow cooking atau dengan api kecil.
4. Bila muncul busa pada rebusan kaldu, angkat busanya, lalu buang.
5. Jangan masukkan tulang mentah ke dalam air kaldu yang sudah panas/ mendidih.
6. Jangan mencampur kaldu yang sudah jadi dengan air yang tidak mendidih. Risikonya, kaldu akan mudah basi dan rasanya akan berubah.

Tips:
1. Kaldu seharusnya tidak berbau amis. Untuk menghilangkan bau amis, bisa ditambahkan bahan-bahan lain seperti daun bawang, daun seledri, atau kulit wortel (memanfaatkan produk samping) saat membuat kaldu.
2. Air kaldunya tidak berlemak.
3. Warna kaldu bening atau tidak butek (kotor).

Posted from WordPress for BlackBerry.

Biskuit Bayi, Hindari Meskipun HomeMade

Sumber: Bunda Ideal

Seringkali sebagai finger food bunda memberikan biskuit aneka rasa, entah yang dibuat oleh pabrikan atau pun homemade.
Temuan terbaru, salah satunya gencar diinformasikan oleh seorang ahli gizi bapak Wied Harry. Mengapa sebaiknya Biskuit Bayi dihindari?Bukan karena khawatir karena buatan pabrikan atau karena tambahan additive, sehingga dengan alasan itu Bunda beramai-ramai beralih kepada Biskuit Bayi Homemade yang sekarang banyak dijual ataupun membuat sendiri tanpa tambahan additive.
Padahal esensi mengapa biskuit bayi tidak diperkenankan diberi kepada bayi yang memulai MPASI usia 6-12 bulan bukanlah semata karena homemade atau pabrikan.
Berikut penjelasan bapak Wied Harry dalam milis Gizi_BayiBalita :
“Soal biskuit/kue kering, buat saya bukan hanya soal biskuit/kue kering itu dibuat sehat atau tidak sehat. Bayi adalah pembelajar, begitu dia untuk pertama kalinya menikmati finger food dibiasakan menikmati biskuit/kue kering, maka rekaman “rasa enaknya” adalah si biskuit/kue kerng itu. Maka nanti ketika dia sudah terbiasa dengan snack biskuit/kue kering, yang dicari adalah snack tersebut. Padahal,
[1] Biskuit/kue kering enak-sehat-alami belum tentu selalu tersedia di rumah. Nah kalau dia sudah “mencandu” biskuit/kue kering, maka dia bisa dengan mudah mencomot biskuit/kue kering warung – pastinya ini jenis makanan nakal.
[2] Biskuit/kue kering tidak lagi mengandung enzim, sehingga harus menguras enzim tubuh untuk mencernanya. Artinya, jika ini dibiasakan, berarti kita memboroskan fungsi organ cerna anak kita.

Lanjutannya, kita membiarkan anak kita kelak lebih mudah terganggu organ-organ cernanya, sehingga tubuhnya lebih dini memunculkan sinyal hipertensi,hiperkolesterol, hiperglikemik, dll.

Makanan sehat adalah makanan yang sedekat mungkin dengan bentuk alaminya.”

Selamat Mengenal Hidup Sehat Yang Sebenarnya bunda 🙂

Posted from WordPress for BlackBerry.